Skip to main content

Pulau Pahawang, 19 Oktober 2025 – Pusat Halal Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Sanitasi dan Fasilitas Ibadah Pariwisata Ramah Muslim Provinsi Lampung di Balai Desa Pulau Pahawang, Minggu (19/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku usaha wisata, pengelola destinasi, pengelola masjid dan musala, serta BUMDes Pulau Pahawang.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan destinasi wisata ramah muslim dan dihadiri oleh tim Pusat Halal ITERA sebanyak 12 orang sesuai Surat Tugas Nomor 1396/IT9.2.2/KR.00/2025. Turut hadir Kepala Desa Pulau Pahawang dan perwakilan masyarakat sebagai peserta sosialisasi.


Materi disampaikan oleh salah satu Tim Ahli Pusat Riset Hayati Berkelanjutan Itera Dr. Winati Nurhayu., S.Si. Winati dalam kegiatan hari pertama fokus memaparkan pada pelaku usaha wisata pentingnya penyediaan sarana sanitasi yang bersih, sehat, dan memenuhi standar layak bagi wisatawan muslim, termasuk di dalamnya aspek kebersihan fasilitas umum, penyediaan air bersih, hingga standar kelayakan toilet sebagai pendukung wisata halal. Selain itu, turut diberikan penjelasan mengenai standar fasilitas ibadah yang ramah dan mudah diakses oleh wisatawan muslim.


Kepala Pusat Halal ITERA Dr. Aditya Wahyu Nugraha, S.T.P., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu komitmen ITERA bersama Bank Indonesia dalam memperkuat implementasi layanan dasar Pariwisata Ramah Muslim di daerah wisata. “Kami berharap melalui sosialisasi ini para pelaku usaha dan pengelola destinasi dapat mengadopsi SOP yang sesuai standar nasional, sehingga wisatawan muslim dapat berwisata dengan nyaman tanpa meninggalkan kewajiban ibadah,” ujarnya.


Kegiatan turut dirangkaikan dengan sesi tanya jawab, pemberian doorprize, serta asesmen fasilitas sanitasi dan ibadah di 7 masjid dan mushola di wilayah Desa Pulau Pahawang sebagai langkah menghimpun data titik bantuan peningkatan infrastruktur layanan wisata ramah muslim di wilayah tersebut.

Leave a Reply